FILSAFAT PLATO

Plato adalah seorang filsuf besar di zaman yunani kuno. Dia hidup sekitar abad ke 5 SM. Plato lahir di Athena pada tahun 467 SM. Plato adalah seorang filsuf yang terkenal dengan pandangan dua alamnya. Dasar filsafat Plato didasarkan pada pandangannya tentang dualitas alam antara alam non-materi (idea) dan alam materi.

Filsafat Plato

Bahwa alam sebenarnya tersusun atas dua. Ada dualitas alam dimana alam yang lebih tinggi yang dalam hal ini merupakan sebuah kesempurnaan yang disebut sebagai Idea. Alam idea adalah alam kesempurnaan, alam yang lebih dahulu hadir sebelum hadirnya alam materi. Dalam filsafat ini Plato menyebutkan bahwa alam materi pada dasarnya hanyalah cerminan dati alam idea.

Alam Idea adalah alam yang padanya bentuk-bentuk sempurna dari sesuatu itu ada. Alam ini adalah alam yang bersifat abadi, tidak hancur dan kekal serta tidak tunduk pada hukum-hukum materi. Hukum materi adalah hukum tentang kehancuran dan ketidakabadian. Sedangkan materi adalah timbal balik dari idea. Timbal balik bahwa materi adalah alam dengan sifat-sifat ketidak sempurnaan dari idea. Kalau idea adalah alam keabadian, maka materi adalah alam yang bersifat sementara. Alam materi dapat hancur dan tidak mutlak seperti alam idea.

Dalam filsafat plato disebutkan bahwa sebelum jasad tercipta, jiwa adalah entitas di alam idea. Pada saat jiwa masih merupakan entitas alam idea, jiwa memiliki semua kesempurnaan pengetahuan karena jiwa adalah sesuatu yang sempurna. Jiwa mengetahui segala sesuatu. Namun pada saat jasad tercipta di alam materi maka jiwa harus turun bersatu bersama jasad dan tunduk pada hukum-hukum ketidaksempurnaan materi. Jiwa menjadi sesuatu yang tidak sempurna dan jiwa mengalami kelupaan terhadap seluruh pengetahuan yang pernah dimilikinya ketika berada di alam idea.

Teori De Javu

Teori De Javu atau teori tentang pengingatan kembali adalah teori palto dalam menjelaskan asal-usul pengetahuan manusia yang diturunkan dari filsafat dualitas alamnya. Sebagai konsekuensi dari dualitas alam, maka pengetahuan yang diperoleh manusia menurut plato pada dasarnya merupakan hasil pengingatan kembali yang dilakukan oleh jiwa terhadap seluruh pengetahuan yang telah dilupakannya saat harus turun bersatu bersama jasad di alam materi. Pengingatan kembali ini dilakukan manusia dengan menginderai realitas materi karena relaitas materi merupakan refleksi dari realitas atau alam idea. Plato menegaskan bahwa manusia tidak pernah tidak mengetahui, hanya saja jiwa manusia mengalami kelupaan terhadap beberapa pengetahaun akibat ketidaksempurnaan materi. Maka sebagai konsekuensi dari pandangan ini, filsafat plato tidak menutup kemungkinan bahwa manusia bisa mengetahui segala sesuatu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s